Pengamat astronomi di Sharjah
Planetarium, ia mengungkapkan jam puasa Ramadan tahun ini akan menjadi yang
terpanjang dalam 32 tahun terakhir.
“Setiap tahun jam puasa selalu
meningkat dari tahun sebelumnya. Hal ini akan berlanjut hingga Ramadan tahun
2018 saat jam puasa mulai berkurang secara bertahap,” kata Al Jarwan kepada
harian Al Roeya dikutip Emirates
24/7, Rabu 29 April 2015.
Ditambahkan Al Jarwan, suhu
selama bulan Ramadan akan berkisar antara 42 derajat Celcius hingga 44 derajat
Celcius tahun ini.
Suhu tersebut mungkin meningkat
hingga menyentuh 50 derajat Celcius di wilayah padang pasir saat terjadi
gelombang panas.
Suhu bulan Ramadan tahun ini akan
naik setiap dua minggu sekali dan menyentuh 48 derajat Celcius dan 50 derajat
Celcius untuk sehari atau dua hari.
Namun sebagian besar hari-hari
dalam bulan Ramadan tahun ini suhunya sekitar 42-43 derajat Celcius.
Menurut perhitungan astronomi,
jam puasa Bulan Suci tahun ini bervariasi, tergantung pada tanggal awal hari
empat musim di wilayah Uni Emirat Arab.
Arab Saudi akan melewati hari terpanjang dalam setahun pada Ramadhan tahun ini. Pejabat Arab Saudi mengatakan, hari terpanjang itu jatuh pada 21 Juni mendatang, saat awal musim panas.
“Hari itu akan berlangsung 13 jam 27 menit di kota Mekkah dan rata-rata 13 jam 41 menit di kota Madinah,” kata juru bicara Met and Environment Department, Nawaf Al Sharif, di ibukota Riyadh dilansir dari Emirates 247, Senin (15/6).
Bila benar prediksi astronomi tersebut, semoga kita masih diberi kekuatan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, dan tak menyurutkan semangat untuk tetap menjalankan salah satu kewajiban tahun tersebut

No comments:
Post a Comment