Induknya hari adalah Jum'at atau rajanya hari itu ya hari Jum'at. Kaum Muslimin memaknakan hari jum'at secara istimewa sehingga boleh dikatakan hari yang paling spesial dengan menyiapkan diri dengan sepenuh hati dengan meniatkan mandi mereka sebelum jum"at dengan mandi sunah jumat.
Alquran juga sangat mengistimewakan dengan adanya Surah Al Jum'ah dengan perintah mewajibkan setiap laki-laki melakukan solat Jum'at dan meninggalkan jual beli.
Ulama mengatakan, "Jumat adalah nama Islam. Adapaun di masa Jahiliah, nama hari ini adalah hari 'Arubah'. Ibnu Atsir dalam an-Nihayah menjelaskan, "'Arubah' adalah nama kuno untuk Jumat, seakan ia bukan nama dari bahasa Arab." Selanjutnya as-Suhaili menerangkan tentang makna al-'Arubah yang berarti rahmat."
Dilihat dari latar belakang penamaan Jumat, Abdurrazaq, Abd bin Humaid dan Ibnu Mundzir meriwayatkan dari Ibnu Sirin. Ia berkata, "Penduduk Madinah berkumpul sebelum Rasulullah saw. datang dan sebelum Surat al-Jumuah diturunkan. Kaum Anshar berkata, "Orang-orang Yahudi punya hari di mana mereka berkumpul di dalamnya pada setiap tujuh hari (seminggu), dan orang-orang Nashara juga demikian. Maka marilah kita menjadikan suatu hari di mana kita berkumpul bersama di dalamnya, kita memuji Allah dan mensyukuri-Nya. Lalu mereka berkata, "Hari Sabru milik Yahudi dan hari Ahad milik Nashara, maka hendaknya kita menjadikan hari itu hari Arubah. Dan mereka menamakan Jumat itu sebagai hari Arubah. Setelah itu mereka berkumpul kepada As'ad bin Zararah, lalu shalat dua rakaat pada hari itu. Kemudian ia (As'ad bin Zararah) menyebut mereka, lalu mereka menamainya Jumat di saat mereka berkumpul di sana. Maka ia menyembelih untuk mereka dan mereka pun menjelang pagi dan sore dari sana. Itu dikarenakan mereka sedikit. Maka Allah menurunkan tentang hal itu setelah (ayat), "Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu mengingat Allah." (QS. al-Jumuah: 9)
Mengapa dikatakan sebagai hari Jumat?
Karena pada hari itu terjadi berbagai peristiwa penting dan menakjubkan, yang keseluruhannya mengarah pada makna aslnya berarti 'berkumpul'.
Sebagaimana kata al-Jumuah atau al-Jumah yang merujuk pada makna berkumpul.
Adapun sebab alasannya adalah:
1. Hari penciptaan seluruh makhluk
Pada hari inilah penciptaan seluruh makhluk, langit, dan bumi, surga dan neraka menjadi sempurna. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, "Dan pada hari itlah semua makhluk menjadi sempurna. Ia adalah hari keenam dari enam hari yang Allah mencptakan langit dan bumi di dalamnya."
2. Hari Penciptaan Adam as.
Pada hari itu penciptaan Adam as. disempurnakan. Disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Salman ra., bahwa Nabi saw. bersabda, "Dinamakan Jumat karena pada hari itulah dikumpulkan penciptaan Adam as." (HR. al Khatib) Juga diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Karena apa ia dinamakan Jumat? Karena pada har itulah tanah (asal kejadian) bapakmu Adam as. diciptakan." (HR. Ahmad)
3. Hari Adam as. masuk surga dan keluar darinya
Di hari itu juga Afam as. masuk surga. Beliau dikeluarkan darinya kemudian ditempatkan di bumi. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra., bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Pada hari itu (Jumat) bapak kalian semua, Adam as. masuk surga, dan pada hari itu juga ia dikeluarkan dari sana." (HR. ath-Thabrani).
4. Hari berkumpulnya umat Islam di tempat-tempat ibadah mereka Ibnu Katsir menerangkan, "Hari Jumat dikatakan sebagai JUmat karena ia tercetak dari kata 'jam'i' (berkumpul). Karena penduduk Islam ketika itu berkumpul di sana, pada setiap minggunya satu kali di tempat-tempat ibadah yang besar."
5. Pada saat itulah hari kiamat akan tiba dan terjadi.
Tentang hal ini terdapat dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hrairahra., bahwa Nabi saw. bersabda, "Tidaklah hari kiamat itu terjadi kecuali pada hari Jumat." (HR. Ahmad, Muslim, dan at-Tirmidzi)
Diriwayatkan dari Anas ra., bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Ditayangkan kepadaku hari-hari, lalu diperlihatkan padaku hari Jumat. Tiba-tiba ia seperti kaca yang putih, yang di tengahnya terdapat titik hitam. Maka aku berkata, "Apa ini?" Lalu dikatakan, "(ia adalah) hari kiamat." (HR. ath-Thabrani)
Imam Ahmad dan Ibnu Majah menyebutkan hadis dari Rasulullah saw., "Di sanalah (Jumat) hari kiamat terjadi. Tidak ada malaikat yang terdekat, langit dan bumi, angin, gunung-gunung dan lautan, kecuali mereka semua takut pada hari Jumat kalau hari kiamat akan terjadi."
Oleh Karena itu, setiap hari Jumat tiba, seluruh makhluk kecuali manusia berteriak gemetar ketakutan karena khawatir akan terjadi hari kiamat pada saat itu. Disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Tidak ada hewan melata di bumi kecuali menjelang pagi hari Jumat mereka berteriak hingga terbitnya matahari karena takut (terjadinya) hari kiamat, kecuali anak Adam." (HR. Malik, Ahmad, Ibnu Hibban dan al-Hakim)
Lima poin diatas sangat jelas menguraikan betapa Hari Jum"at adalah hari sangat Istimewa dengan menyiratkan betapa hari Jumat hadalah menandakan histori yang utuh baik masa awal maupun masa akhir eksistensi kehidupan didunia ini. Sehingga Layak bagi kita mengkhususkan hari jumat sebagai penguat kedekatan kita kepada Sang Khaliq dengan misalnya kita menjadikan hari libur nasional dengan itu kita mempunyai waktu banyak melakukan amal ibadah. Atau paling tidak jika bukan hari libur sekalipun layak kita sikapi secara nyata baik tindakan perbuatan dengan tidak mengabaikan sholat jumat bagi mereka yang sibuk di ruang publik. sehingga ini menjadi sebuah gaung nyata untuk masa depan umat ini bahwa manusia diciptkan adalah untuk beribadah kepada-Nya. Dan Akhirnya marilah kita bersama menjadikan hari jumat sebagai Hari Jumat Mubarak yaitu hari Jumat yang Besar kita yang membesarkannya siapa lagi semoga, Amin.
Alquran juga sangat mengistimewakan dengan adanya Surah Al Jum'ah dengan perintah mewajibkan setiap laki-laki melakukan solat Jum'at dan meninggalkan jual beli.
Oleh karena itu Kaum musliminpun menyebutkan hari Jum'at dengan bermacam sebutan antara lain , Abdullah bin Zubair dan A'masy serta lainnya membacanya dengan 'al-Jumah' untuk memudahkan dibaca. Kemudian al-Farra membolehkan membacanya dengan 'al-Jumah', 'al-Jumuah', atau al-Jumaah. Yang berarti sifat dan hari; manusia berkumpul. Sedangkan Abdullah bin Abbas membacanya dengan 'Jumuah', karena al-Qur'an diturunkan secara tatsqil (berat) dan tafkhim (tebal).
Dilihat dari latar belakang penamaan Jumat, Abdurrazaq, Abd bin Humaid dan Ibnu Mundzir meriwayatkan dari Ibnu Sirin. Ia berkata, "Penduduk Madinah berkumpul sebelum Rasulullah saw. datang dan sebelum Surat al-Jumuah diturunkan. Kaum Anshar berkata, "Orang-orang Yahudi punya hari di mana mereka berkumpul di dalamnya pada setiap tujuh hari (seminggu), dan orang-orang Nashara juga demikian. Maka marilah kita menjadikan suatu hari di mana kita berkumpul bersama di dalamnya, kita memuji Allah dan mensyukuri-Nya. Lalu mereka berkata, "Hari Sabru milik Yahudi dan hari Ahad milik Nashara, maka hendaknya kita menjadikan hari itu hari Arubah. Dan mereka menamakan Jumat itu sebagai hari Arubah. Setelah itu mereka berkumpul kepada As'ad bin Zararah, lalu shalat dua rakaat pada hari itu. Kemudian ia (As'ad bin Zararah) menyebut mereka, lalu mereka menamainya Jumat di saat mereka berkumpul di sana. Maka ia menyembelih untuk mereka dan mereka pun menjelang pagi dan sore dari sana. Itu dikarenakan mereka sedikit. Maka Allah menurunkan tentang hal itu setelah (ayat), "Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu mengingat Allah." (QS. al-Jumuah: 9)
Mengapa dikatakan sebagai hari Jumat?
Karena pada hari itu terjadi berbagai peristiwa penting dan menakjubkan, yang keseluruhannya mengarah pada makna aslnya berarti 'berkumpul'.
Sebagaimana kata al-Jumuah atau al-Jumah yang merujuk pada makna berkumpul.
Adapun sebab alasannya adalah:
Pada hari inilah penciptaan seluruh makhluk, langit, dan bumi, surga dan neraka menjadi sempurna. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, "Dan pada hari itlah semua makhluk menjadi sempurna. Ia adalah hari keenam dari enam hari yang Allah mencptakan langit dan bumi di dalamnya."
2. Hari Penciptaan Adam as.
Pada hari itu penciptaan Adam as. disempurnakan. Disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Salman ra., bahwa Nabi saw. bersabda, "Dinamakan Jumat karena pada hari itulah dikumpulkan penciptaan Adam as." (HR. al Khatib) Juga diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Karena apa ia dinamakan Jumat? Karena pada har itulah tanah (asal kejadian) bapakmu Adam as. diciptakan." (HR. Ahmad)
3. Hari Adam as. masuk surga dan keluar darinya
Di hari itu juga Afam as. masuk surga. Beliau dikeluarkan darinya kemudian ditempatkan di bumi. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra., bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Pada hari itu (Jumat) bapak kalian semua, Adam as. masuk surga, dan pada hari itu juga ia dikeluarkan dari sana." (HR. ath-Thabrani).
4. Hari berkumpulnya umat Islam di tempat-tempat ibadah mereka Ibnu Katsir menerangkan, "Hari Jumat dikatakan sebagai JUmat karena ia tercetak dari kata 'jam'i' (berkumpul). Karena penduduk Islam ketika itu berkumpul di sana, pada setiap minggunya satu kali di tempat-tempat ibadah yang besar."
5. Pada saat itulah hari kiamat akan tiba dan terjadi.
Tentang hal ini terdapat dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hrairahra., bahwa Nabi saw. bersabda, "Tidaklah hari kiamat itu terjadi kecuali pada hari Jumat." (HR. Ahmad, Muslim, dan at-Tirmidzi)
Diriwayatkan dari Anas ra., bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Ditayangkan kepadaku hari-hari, lalu diperlihatkan padaku hari Jumat. Tiba-tiba ia seperti kaca yang putih, yang di tengahnya terdapat titik hitam. Maka aku berkata, "Apa ini?" Lalu dikatakan, "(ia adalah) hari kiamat." (HR. ath-Thabrani)
Imam Ahmad dan Ibnu Majah menyebutkan hadis dari Rasulullah saw., "Di sanalah (Jumat) hari kiamat terjadi. Tidak ada malaikat yang terdekat, langit dan bumi, angin, gunung-gunung dan lautan, kecuali mereka semua takut pada hari Jumat kalau hari kiamat akan terjadi."
Oleh Karena itu, setiap hari Jumat tiba, seluruh makhluk kecuali manusia berteriak gemetar ketakutan karena khawatir akan terjadi hari kiamat pada saat itu. Disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Tidak ada hewan melata di bumi kecuali menjelang pagi hari Jumat mereka berteriak hingga terbitnya matahari karena takut (terjadinya) hari kiamat, kecuali anak Adam." (HR. Malik, Ahmad, Ibnu Hibban dan al-Hakim)
Lima poin diatas sangat jelas menguraikan betapa Hari Jum"at adalah hari sangat Istimewa dengan menyiratkan betapa hari Jumat hadalah menandakan histori yang utuh baik masa awal maupun masa akhir eksistensi kehidupan didunia ini. Sehingga Layak bagi kita mengkhususkan hari jumat sebagai penguat kedekatan kita kepada Sang Khaliq dengan misalnya kita menjadikan hari libur nasional dengan itu kita mempunyai waktu banyak melakukan amal ibadah. Atau paling tidak jika bukan hari libur sekalipun layak kita sikapi secara nyata baik tindakan perbuatan dengan tidak mengabaikan sholat jumat bagi mereka yang sibuk di ruang publik. sehingga ini menjadi sebuah gaung nyata untuk masa depan umat ini bahwa manusia diciptkan adalah untuk beribadah kepada-Nya. Dan Akhirnya marilah kita bersama menjadikan hari jumat sebagai Hari Jumat Mubarak yaitu hari Jumat yang Besar kita yang membesarkannya siapa lagi semoga, Amin.

No comments:
Post a Comment